
media kara news.BARRU – Jatuh merupakan salah satu masalah kesehatan utama yang dihadapi oleh populasi lansiadi seluruh dunia.
Seiring dengan proses penuaan, berbagai perubahan fisiologis sepertipenurunan kekuatan otot, gangguan keseimbangan, penurunan fungsi penglihatan, sertaperubahan pada sistem saraf dapat meningkatkan risiko terjadinya jatuh.
Sebagai upayapromotif dan preventif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnyapencegahan risiko jatuh, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Profesi Kesehatan (KKN-PK)Angkatan 69 Universitas Hasanuddin menggelar kegiatan Edukasi Risiko Jatuh sertaDemonstrasi Skrining Risiko Jatuh Menggunakan Timed Up and Go Test (TUGT) diPosyandu Lompengeng, Desa Pao-Pao, Kecamatan Tanete Rilau, Kabupaten Barru, Sabtu(25/7/2026).
Program ini mengacu pada kegiatan yang dirancang dalam TOR “SkriningRisiko Jatuh (Time Up and Go Test) dan Edukasi Pencegahannya.
”Kegiatan yang dipimpin oleh
mahasiswa ini diikuti oleh lansia dan kaderPosyandu Lompengeng. Program tersebut bertujuan meningkatkan pengetahuan dankesadaran peserta mengenai risiko jatuh, faktor-faktor penyebab, dampak yang ditimbulkan,serta langkah-langkah pencegahan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Selain itu, peserta juga diperkenalkan dengan metode skrining risiko jatuh menggunakanTimed Up and Go Test (TUGT) sebagai salah satu upaya deteksi dini.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pre-test untuk mengetahui tingkat pengetahuan awalkader posyandu mengenai risiko jatuh.
Selanjutnya, mahasiswa menyampaikan materiedukasi yang mencakup pengertian risiko jatuh, faktor risiko, dampak jatuh terhadapkesehatan, serta berbagai strategi pencegahan, seperti latihan keseimbangan, menjagakeamanan lingkungan rumah, dan pemeriksaan kesehatan secara berkala.
Setelahpenyampaian materi, mahasiswa melakukan demonstrasi sekaligus skrining risiko jatuhmenggunakan Timed Up and Go Test (TUGT) pada beberapa lans
Selama kegiatan berlangsung, para lansia dan kader Posyandu mengikuti setiap rangkaian
kegiatan dengan antusias.
Interaksi yang aktif antara mahasiswa dan peserta menunjukkantingginya minat masyarakat dalam memahami pentingnya pencegahan risiko jatuh sertapelaksanaan skrining sebagai upaya deteksi dini.
Melalui kegiatan ini diharapkan lansia mampu menerapkan perilaku pencegahan risiko jatuhdalam kehidupan sehari-hari, sedangkan kader Posyandu diharapkan dapat berperan aktifdalam memberikan edukasi serta mendukung pelaksanaan skrining risiko jatuh secaraberkelanjutan di masyarakat.
Program ini juga mendukung pencapaian SustainableDevelopment Goals (SDGs), khususnya Tujuan 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) melaluipeningkatan upaya promotif dan preventif dalam menjaga kesehatan serta kualitas hidup
(Tmr-Un)
