
Media kara news. PAREPARE — Warga yang bermukim di sekitar Pelabuhan Cappa Ujung, Kelurahan Ujung Sabbang, Kecamatan Ujung, Kota Parepare, mengeluhkan dampak aktivitas angkutan cipping yang berlangsung di kawasan pelabuhan.
Keluhan tersebut disampaikan warga dalam pertemuan yang melibatkan pihak Pelindo pada 5 Agustus 2026. Warga mengaku aktivitas bongkar muat dan lalu lintas kendaraan pengangkut material telah menimbulkan debu, polusi, serta getaran yang dirasakan hampir setiap hari.

Menurut warga, debu dari material cipping beterbangan dan masuk ke lingkungan permukiman, bahkan mengotori rumah-rumah warga.
Kondisi tersebut dinilai mengganggu kenyamanan masyarakat yang tinggal tidak jauh dari kawasan pelabuhan.

Selain persoalan debu, warga juga mengeluhkan getaran yang ditimbulkan oleh mobil pengangkut material yang melintas setiap hari.
Aktivitas kendaraan berat tersebut dinilai cukup mengganggu ketenangan warga, terutama ketika kendaraan melintas dalam jumlah banyak.
Warga juga menyoroti masih adanya kendaraan pengangkut cipping yang tidak menggunakan penutup terpal. Kondisi tersebut dinilai berpotensi menyebabkan material berhamburan dan debu beterbangan sepanjang perjalanan dari kawasan pelabuhan.
Dalam pertemuan tersebut, warga berharap pihak Pelindo dapat mengambil langkah konkret untuk mengurangi dampak aktivitas angkutan cipping terhadap masyarakat sekitar.
Warga meminta agar kendaraan pengangkut diwajibkan menggunakan terpal serta dilakukan upaya pengendalian debu di kawasan pelabuhan dan jalur yang dilalui kendaraan.
Pihak Pelindo sendiri diketahui telah menerima keluhan masyarakat terkait persoalan tersebut dan berkomitmen mencari solusi atas permasalahan yang disampaikan warga.
Pemberitaan sebelumnya juga menyebut adanya pertemuan antara warga dan pihak Pelindo terkait dampak aktivitas bongkar muat angkutan cipping yang berlangsung siang dan malam.
Pelabuhan Cappa Ujung merupakan salah satu fasilitas Pelabuhan Parepare yang dikelola oleh PT Pelindo Multi Terminal dan berfungsi sebagai pelabuhan barang/kontainer.
Warga berharap penyelesaian persoalan tersebut tidak berhenti pada pertemuan, tetapi dilanjutkan dengan langkah nyata sehingga aktivitas operasional pelabuhan tetap berjalan tanpa mengabaikan kenyamanan dan lingkungan masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan Cappa Ujung.
“Kami tidak menolak aktivitas pelabuhan. Kami hanya berharap aktivitas tersebut tetap memperhatikan kondisi warga yang setiap hari terkena dampaknya, terutama debu, polusi, dan getaran kendaraan,” ujar salah seorang warga dalam pertemuan tersebut.
Masyarakat juga berharap adanya pengawasan secara berkala terhadap kendaraan pengangkut material agar seluruh kendaraan memenuhi ketentuan keselamatan dan pengangkutan, termasuk penggunaan terpal untuk mencegah material dan debu berhamburan ke lingkungan sekitar.(Tmr-Mustafa Kamal)
