
Media kara news. MAROS , 26 Juli 2026 – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Perubahan Iklim Universitas Hasanuddin melakukan SIDIK (Sistem Informasi Data Indeks Kerentanan) Survey and Mapping di Desa Pajukukang, Kecamatan Bontoa, Kabupaten Maros.

Kegiatan ini dilakukan untuk memetakan kondisi sosial, ekonomi, dan lingkungan masyarakat sebagai dasar dalam mengidentifikasi kerentanan wilayah terhadap dampak perubahan iklim.
Sebanyak 100 responden dilibatkan dalam survei yang tersebar di empat dusun, yaitu Balosi, Panaikang, Polewali, dan Parrasangan Beru. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara langsung dengan kepala keluarga atau anggota keluarga yang mengetahui kondisi rumah tangga.

Selain wawancara, mahasiswa juga melakukan observasi kondisi lingkungan, dokumentasi, serta pencatatan koordinat GPS untuk mendukung proses pemetaan.
Instrumen survei mencakup kondisi sosial ekonomi, keterpaparan terhadap dampak perubahan iklim, sensitivitas rumah tangga, kapasitas adaptasi masyarakat, persepsi terhadap perubahan iklim, hingga kebutuhan dan harapan masyarakat.
Pendekatan tersebut digunakan untuk memperoleh gambaran kondisi masyarakat secara lebih menyeluruh.Dari identifikasi awal di lapangan, air bersih, kekeringan, dan pengelolaan sampah menjadi beberapa persoalan yang banyak dirasakan masyarakat, terutama pada musim kemarau.
Kondisi tersebut menjadi perhatian mahasiswa dalam menentukan arah program kerja lanjutan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Kepala Desa Pajukukang, Saharuddin, mengapresiasi keterlibatan mahasiswa dalam melakukan pendataan langsung di tengah masyarakat. “Kegiatan seperti ini sangat membantu karena mahasiswa dapat melihat langsung kondisi masyarakat.
Data yang diperoleh nantinya bisa menjadi bahan untuk menentukan program yang sesuai dengan kebutuhan desa,” ujarnya.
Data yang telah dikumpulkan selanjutnya akan diolah dan divalidasi bersama masyarakat serta pemerintah desa. Hasil pengolahan tersebut akan menjadi dasar dalam penyusunan peta kerentanan wilayah terhadap perubahan iklim, profil sosial-ekonomi dan lingkungan, serta data baseline Desa Pajukukang.
Temuan awal dari survei juga akan menjadi acuan bagi mahasiswa KKN Tematik Perubahan Iklim Unhas dalam menyusun program kerja berikutnya, khususnya untuk merespons persoalan lingkungan yang ditemukan di lapangan.
Salah satu isu yang menjadi perhatian adalah pengelolaan sampah, yang nantinya akan ditindaklanjuti melalui edukasi dan penyediaan sarana pendukung secara bertahap.
Melalui SIDIK Survey and Mapping, mahasiswa KKN Tematik Perubahan Iklim Unhas berupaya memastikan program yang dijalankan tidak hanya berdasarkan asumsi, tetapi berangkat dari data dan kebutuhan nyata masyarakat Desa Pajukukang.( Tmr-Un)
