Home / Berita Terbaru / PERISTIWA NAAS DI JALAN MENUJU RAMPI, TUKANG OJEK JATUH KEDALAM JURANG MENGHEMBUSKAN NAFAS TERAKHIRNYA DI ATAS TANDU DI TENGAH HUTANG.

PERISTIWA NAAS DI JALAN MENUJU RAMPI, TUKANG OJEK JATUH KEDALAM JURANG MENGHEMBUSKAN NAFAS TERAKHIRNYA DI ATAS TANDU DI TENGAH HUTANG.

Media kara news. Luwu Utara-Warga Desa Tedeboe Kecamatan Rampi Kabupaten Luwu Utara mengalami kecelakaan terjatuh ke jurang dan tertimpa motornya saat melakukan perjalanan dari Masamba menuju Rampi (13/04/2026).

‎‎Peristiwa naas tersebut dialami oleh Lamber Wunta dalam aktivitasnya sebagai tukang ojek di jalan rusak untuk memenuhi kebutuhan pokok dan pabrikasi dari kota Kabupaten (Masamba) dengan Kecamatan Rampi. ‎‎

Akibat jalan rusak dan kondisi korban yang kritis, korban harus di tandu sekitar 40 kilometer menuju fasilitas kesehatan untuk mendapatkan pertolongan dan perawatan dari pihak medis di Masamba.

‎‎Kepala desa Tedeboe, Basri Perutu yang sementara dalam perjalanan dari Kabupaten Poso membenarkan hal tersebut saat di konfirmasi via whatsapp (13/04/2026). sekitar pukul 21:34 WITA dan sangat mengkhawatirkan warganya yang mengalami naas tersebut.

‎‎”Iya kasian, itu warga saya pangojek, jatuh ke dalam jurang dan di timpa motornya, saat ini sementara di tandu oleh teman-temannya di bawah kembali ke Masamba untuk mendapatkan perawatan medis”, ungkap Basri. ‎‎

“Info terakhirnya, kritis tidak bisa di bonceng di atas motor jadi harus di tandu, lanjutnya. Saya tidak tau lagi info selanjutnya karena sementara dalam perjalanan dan tidak ada sinyal jaringan telekomunikasi, kita berharap kondisinya baik-baik saja sampai mendapatkan perawatan para medis”, tutupnya.

‎‎Namun harapan tersebut berbeda dengan kenyataan yang terjadi, setelah di tandu dalam perjalanan sekitar 25 kilometer, korban Lamber Wunta telah menghembuskan nafas terakhirnya di atas tandu dalam perjalan sebelum mendapatkan fasilitas kesehatan. ‎‎Informasi tersebut di sampaikan oleh Teofilus sekitar pukul 23:20 WITA.

warga Kecamatan Rampi yang juga merupakan salah satu aktivis pemerhati dari Rampi. ‎‎”Korban sudah meninggal dunia setelah di tandu sekitar 25 kilometer, saat ini masih dalam perjalanan, mobil ambulance sudah siap menjemput.(Tmr-)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *