
Penanggung jawab kegiatan, mahasiswa menyampaikan, program penyuluhan ini hadir karena masyarakat lansia di Kelurahan Lajonga memiliki angka tertinggi pada hipertensi dan obesitas. Masyarakat lansia juga mengeluhkan sakit pada lutut, sehingga ini memiliki risiko jatuh pada lansia.

Maka dari itu, kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat, khususnya lansia, mengenai pentingnya latihan fisik dalam mencegah risiko jatuh.
Penyuluhan menjelaskan tentang Otago Exercise, yaitu serangkaian latihan yang berfokus pada peningkatan keseimbangan, kekuatan otot tungkai, serta kemampuan berjalan sehingga dapat membantu mengurangi risiko jatuh pada lansia.

Selain penyampaian materi, peserta juga diajak memahami cara melakukan latihan dengan benar agar dapat Dalam pemaparan, Mahasiswa Fisioterapi Unhas itu menekankan bahwa latihan Otago merupakan bentuk aktivitas fisik yang sederhana, aman, dan dapat disesuaikan dengan kemampuan masing-masing lansia.
Program latihan ini juga memiliki peraturan, sehingga tidak membahayakan lansia untuk bergerak melakukan latihan tersebut.
“Melalui latihan Otago, kami berharap para lansia semakin percaya diri untuk tetap aktif bergerak. Latihan ini tidak memerlukan peralatan yang rumit, tetapi jika dilakukan secara rutin dapat membantu meningkatkan keseimbangan, kekuatan otot, dan mengurangi risiko jatuh,” ujarnya.
Kegiatan penyuluhan berlangsung dengan antusias. Sejumlah lansia mengaku baru pertama kali mengenal otago exercise dan merasa gerakannya mudah untuk diikuti.
Beberapa peserta yang mengikuti penyuluhan mengatakan bahwa penyuluhan ini sangat bermanfaat dan gerakannya sangat mudah dipahami dan dilakukan.
berharap melalui kegiatan ini, masyarakat Kelurahan Lajonga semakin memahami pentingnya menjaga aktivitas fisik secara rutin sebagai upaya meningkatkan kualitas hidup lansia.
Program latihan otago ini menjadi langkah awal dalam membangun kebiasaan hidup aktif sehingga para lansia dapat menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih mandiri, sehat, dan produktif.(Tmr-Un)
