
Media kara news. SIDRAP- Pada tanggal 26 Juli–05 Agustus 2026 telah dilaksanakan Program Kerja Individu dengan judul “Pemanfaatan Sekam Padi Menjadi Arang (Briket)”.
Kegiatan ini dilaksanakan oleh mahasiswa KKN-Tematik Perubahan Iklim, dengan target sasaran yaitu masyarakat Desa Aka-Akae, Kec. Watang Sidenreng, Kab. Sidrap, di bawah pendampingan Dosen Pengampu Kegiatan, Ibu Ira Taskirawati, S.Hut., M.Si., Ph.D.
Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai pemanfaatan sekam padi sebagai salah satu limbah hasil pertanian yang dapat diolah menjadi bahan bakar alternatif berupa arang atau briket.
Melalui kegiatan ini, masyarakat diberikan informasi dan pemahaman mengenai potensi sekam padi serta pentingnya memanfaatkan limbah pertanian secara lebih bijak untuk mengurangi permasalahan lingkungan.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan diawali dengan pengumpulan dan persiapan sekam padi yang akan digunakan sebagai bahan utama pembuatan briket.
Sekam padi kemudian melalui proses pembakaran hingga menjadi arang, selanjutnya arang sekam dihaluskan dan dicampurkan dengan bahan perekat hingga membentuk adonan yang dapat dicetak.
Adonan tersebut kemudian dicetak menjadi briket dan dikeringkan hingga menghasilkan briket yang siap digunakan sebagai bahan bakar alternatif.
Pemanfaatan sekam padi menjadi briket memberikan gambaran kepada masyarakat bahwa limbah pertanian yang selama ini kurang dimanfaatkan dapat diolah menjadi produk yang memiliki nilai guna.
Pengolahan ini juga dapat menjadi salah satu alternatif dalam mengurangi penumpukan limbah sekam padi serta mengurangi kebiasaan pembakaran limbah pertanian secara langsung yang dapat memberikan dampak terhadap lingkungan.
Selama pelaksanaan kegiatan, proses pembuatan briket dilakukan melalui beberapa tahapan, mulai dari persiapan dan pengumpulan sekam padi, proses pembakaran sekam menjadi arang, penghalusan arang, pencampuran dengan bahan perekat, pencetakan, hingga proses pengeringan.
Hasil kegiatan berupa briket berbahan dasar sekam padi yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar alternatif sekaligus menjadi contoh pemanfaatan limbah pertanian yang lebih bernilai guna.
Melalui kegiatan ini diharapkan masyarakat Desa Aka-Akae semakin mengetahui potensi sekam padi sebagai bahan yang dapat dimanfaatkan kembali, meningkatkan kesadaran dalam mengelola limbah pertanian, serta menerapkan pemanfaatan limbah secara lebih kreatif dan ramah lingkungan.
Dengan adanya kegiatan pengolahan sekam padi menjadi briket, diharapkan dapat mendukung upaya pengurangan limbah pertanian serta mendorong terciptanya lingkungan Desa Aka-Akae yang lebih bersih dan berkelanjutan.(Tmr-Un)
