
Media kara news. SIDRAP. 3/8/2026).Program ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pertolongan pertama pada kondisi kegawatdaruratan sederhana, seperti pingsan, mimisan, luka, memar, keseleo, dan patah tulang.
Penanggung jawab program, Hikmah Laerat Sari M., menjelaskan bahwa masyarakat perlu dibekali pengetahuan dan keterampilan dasar pertolongan pertama agar mampu memberikan penanganan yang cepat dan tepat sebelum mendapatkan bantuan medis.

Lebih lanjut, mahasiswa menjelaskan bahwa masih terdapat berbagai praktik penanganan yang kurang tepat di masyarakat, seperti mendongakkan kepala saat mimisan serta memijat bagian tubuh yang mengalami keseleo maupun patah tulang.
Melalui program PELITA, masyarakat diharapkan mampu memahami dan menerapkan langkah-langkah pertolongan pertama yang benar dengan tetap mengutamakan keselamatan penolong dan korban.
“Kami berharap masyarakat dapat lebih tanggap dalam menghadapi kondisi kegawatdaruratan sederhana di lingkungan sekitar serta mengetahui langkah pertolongan pertama yang tepat sebelum bantuan medis tiba,” ujarnya.
Melalui program PELITA, mahasiswa KKN-PK 69 Unhas berupaya meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam memberikan pertolongan pertama yang aman, tepat, dan bermanfaat demi keselamatan bersama.(Tmr-Un)
