
Media kara news. SIDRAP — Ancaman kekeringan akibat musim kemarau dan fenomena El Niño tidak membuat masyarakat Desa Mojong, Kecamatan Watang Sidenreng, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), menyerah begitu saja.
Demi mempertahankan tanaman padi yang menjadi sumber penghidupan, masyarakat rela melakukan berbagai upaya, termasuk mengangkut air menggunakan truk untuk mengairi areal persawahan.
Di tengah kondisi debit air yang semakin terbatas, perjuangan para petani terlihat nyata. Air yang dibutuhkan tanaman padi harus dicari dan didistribusikan secara manual agar tanaman tidak kekurangan air dan terancam gagal panen.
Bagi petani, setiap tetes air sangat berarti. Tanaman yang telah dirawat selama berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan tidak boleh dibiarkan mati hanya karena kekurangan pasokan air.
Langkah masyarakat Desa Mojong tersebut menjadi gambaran betapa beratnya perjuangan petani menghadapi musim kering. Mereka tidak hanya menunggu bantuan, tetapi bergerak dengan kemampuan yang ada untuk menyelamatkan lahan pertanian mereka.
Kepala Desa Mojong, Budi Gawa, bersama masyarakat terus berupaya memastikan kebutuhan air bagi persawahan dapat terpenuhi.
Upaya tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap nasib petani yang menggantungkan kehidupan dan perekonomian keluarganya dari hasil pertanian.
Kondisi ini juga mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Sidrap. Sebelumnya, pemerintah daerah telah melakukan berbagai langkah menghadapi kekeringan, termasuk mengerahkan armada tangki untuk membantu distribusi air serta mendorong pemanfaatan sumber air alternatif dan pompanisasi.
Bahkan, kawasan persawahan Desa Mojong sebelumnya telah menjadi salah satu lokasi yang dipantau langsung pemerintah daerah untuk memastikan kebutuhan air petani tetap terpenuhi.
Namun, perjuangan masyarakat di lapangan menunjukkan bahwa persoalan air untuk pertanian bukan masalah kecil. Ketika sumber air semakin terbatas, petani harus mengeluarkan tenaga, waktu, bahkan biaya tambahan hanya untuk mempertahankan tanaman agar tetap hidup.
Pantang menyerah menjadi pilihan.Truk pengangkut air menjadi salah satu simbol perjuangan masyarakat Mojong menghadapi kerasnya musim kemarau. Di balik kendaraan yang mengangkut air tersebut, ada harapan besar agar tanaman padi tetap tumbuh, panen tetap berlangsung, dan dapur keluarga petani tetap mengepul.
Para petani berharap perhatian terhadap persoalan air pertanian terus diperkuat. Dukungan berupa pompa, jaringan irigasi, sumur bor, maupun armada distribusi air dinilai sangat penting agar masyarakat tidak terus-menerus berada dalam kondisi darurat setiap kali musim kemarau datang.
Perjuangan masyarakat Desa Mojong merupakan pesan tegas bahwa petani tidak boleh dibiarkan berjuang sendirian. Ketika air menjadi persoalan utama, maka seluruh pihak harus bergerak bersama.
Petani sudah berjuang menyelamatkan padinya. Kini pemerintah dan seluruh pihak terkait dituntut memastikan perjuangan tersebut tidak sia-sia. Jangan sampai sawah mengering, tanaman mati, dan petani baru mendapatkan perhatian setelah gagal panen terjadi.
Masyarakat Mojong telah menunjukkan satu hal: selama masih ada harapan, petani akan terus berjuang. Bahkan ketika air harus diangkut dengan truk, demi menyelamatkan padi dan masa depan keluarga mereka.(Tmr-Darwin Sire)
