
.Media kara news PAREPARE – Komitmen mendukung terwujudnya Aparatur Sipil Negara (ASN) yang profesional sekaligus berakhlak Qur’ani terus mendapat dukungan dari berbagai kalangan.
Menyambut program literasi Al-Qur’an yang diinisiasi Pemerintah Kota Parepare, Ustadz Fahri Nusantara UFN and Partners menyatakan kesiapan menjadi mitra pembinaan dengan membuka kelas belajar membaca Al-Qur’an secara gratis bagi seluruh ASN Muslim, baik Pegawai Negeri Sipil (PNS) maupun Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), yang belum lulus tes literasi Al-Qur’an atau ingin meningkatkan kualitas bacaan Al-Qur’annya.
Program ini dihadirkan sebagai bentuk kontribusi nyata dalam mendukung lahirnya birokrasi yang tidak hanya unggul dalam kompetensi dan kinerja, tetapi juga memiliki karakter, integritas, serta akhlak mulia yang berlandaskan nilai-nilai Al-Qur’an.
Seluruh proses pembelajaran akan dilaksanakan tanpa dipungut biaya, dengan bimbingan para ustaz dan pengajar Al-Qur’an yang berpengalaman.
Metode pembelajaran disusun secara bertahap, mudah dipahami, dan disesuaikan dengan kemampuan masing-masing peserta sehingga setiap ASN dapat belajar dengan nyaman hingga benar-benar mampu membaca Al-Qur’an dengan baik.Ustadz Fahri Nusantara (UFN), yang juga merupakan Pegawai Negeri Sipil (PNS) Pemerintah Kota Parepare, menegaskan bahwa tidak ada alasan bagi seorang Muslim untuk merasa malu karena belum lancar membaca Al-Qur’an.
“Kalau belum lancar mengaji, datanglah kepada kami. Gratis sampai bisa. Jangan malu, jangan minder, dan jangan takut. Belajar Al-Qur’an bukan untuk mencari penilaian manusia, tetapi untuk meraih ridha Allah. Selama Allah masih memberikan umur, pintu belajar Al-Qur’an akan selalu terbuka bagi siapa saja,” ujar Ustadz Fahri Nusantara.
Menurutnya, program literasi Al-Qur’an yang dilaksanakan Pemerintah Kota Parepare merupakan langkah yang patut diapresiasi karena mengedepankan semangat pembinaan, peningkatan kualitas diri, dan penguatan karakter aparatur.
“Kami mengapresiasi kepemimpinan Wali Kota Parepare, Bapak Tasming Hamid, yang menghadirkan kebijakan pembinaan karakter melalui Al-Qur’an. ASN bukan hanya dituntut profesional dalam bekerja, tetapi juga memiliki kejujuran, amanah, disiplin, dan tanggung jawab. Nilai-nilai tersebut akan semakin kokoh apabila Al-Qur’an menjadi pedoman dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.
Ia menegaskan bahwa Ustadz Fahri Nusantara UFN and Partners membuka pintu selebar-lebarnya bagi seluruh ASN yang ingin belajar tanpa memandang jabatan maupun latar belakang.”Jangan jadikan hasil tes sebagai alasan untuk berkecil hati.
Jadikanlah itu sebagai titik awal untuk terus belajar dan memperbaiki diri. Kami siap mendampingi dengan penuh kesabaran, tanpa menghakimi, tanpa membedakan jabatan, dan tanpa memungut biaya.
Siapa pun yang ingin belajar akan kami sambut sebagai saudara,” tegasnya.Ia juga mengajak ASN yang telah memiliki kemampuan membaca Al-Qur’an dengan baik untuk ikut menjadi teladan dan memberikan motivasi kepada rekan-rekan yang masih belajar.
Menurutnya, budaya saling membimbing dan saling menguatkan akan menciptakan lingkungan birokrasi yang semakin religius, harmonis, dan berintegritas.
Melalui gerakan ini, Ustadz Fahri Nusantara UFN and Partners berharap semakin banyak ASN yang mampu membaca Al-Qur’an dengan baik, memahami nilai-nilai yang terkandung di dalamnya, serta menjadikannya sebagai pedoman dalam menjalankan tugas pemerintahan, melayani masyarakat, dan mengemban amanah negara.(Tmr-Ifan)
