Media Kara news. Di tengah kehidupan yang sering membuat manusia sibuk mengejar pangkat, jabatan, kehormatan, dan harta, Presiden Soeharto pernah menyampaikan sebuah renungan yang terasa sederhana, tetapi menghunjam sangat dalam.
Dalam acara temu wicara dengan para perwira kepolisian di Tapos, Bogor, pada 6 Februari 1994, Pak Harto mengingatkan bahwa kehidupan di dunia pada hakikatnya hanya sebentar. Pada waktunya, setiap manusia akan meninggalkan semuanya dan menuju alam akhirat.
Menurut Pak Harto, hampir semua manusia memiliki cita-cita yang sama: ingin hidup bahagia, sejahtera di dunia sekaligus memperoleh kebahagiaan di akhirat. Namun, jika kesejahteraan dunia dapat diukur melalui terpenuhinya kebutuhan lahiriah, pertanyaan yang lebih mendasar muncul ketika manusia berbicara tentang kehidupan setelah dunia: bekal apa yang akan dibawa ketika semua yang dimiliki harus ditinggalkan?
Di situlah renungan Pak Harto menjadi begitu tajam. Nama besar tidak ikut dibawa. Kedudukan tidak ikut dibawa. Pangkat dan jabatan tidak iku(Tmr-Darwin Sire)
