
Media kara news.MAROS — Persoalan sampah menjadi salah satu perhatian di Desa Pajukukang, Kecamatan Bontoa, Kabupaten Maros.
Keterbatasan fasilitas penampungan dan pemilahan membuat sampah rumah tangga masih kerap dibuang tidak pada tempatnya atau dibakar. Melihat kondisi tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas) menghadirkan teknologi tepat guna berupa Waste Care dan alat press botol plastik, Selasa (11/08).

Waste Care merupakan fasilitas pemilahan sampah yang dibuat untuk membantu memisahkan sampah berdasarkan jenisnya. Program ini hadir setelah mahasiswa melihat kondisi pengelolaan sampah di lingkungan masyarakat yang masih belum berjalan secara optimal.
Sampah yang tidak dipilah juga membuat sebagian warga memilih membakar sampah untuk mengurangi tumpukan.Selain itu, masih ditemukan sampah yang dibuang di sekitar sungai dan sumber air.

Kondisi tersebut menjadi perhatian karena keberadaan sampah di lokasi tersebut dapat mengganggu kebersihan lingkungan dan berpotensi memengaruhi sumber air yang digunakan masyarakat.
Melalui Waste Care, masyarakat diperkenalkan pada pemilahan sampah sejak awal. Sampah dapat dipisahkan berdasarkan jenisnya sehingga tidak seluruhnya berakhir sebagai sampah campuran.
Mahasiswa juga menghadirkan alat press botol plastik untuk memadatkan botol yang telah dikumpulkan agar lebih ringkas saat disimpan.
Sekretaris Desa Pajukukang, Rahmat, mengatakan persoalan sampah menjadi hal yang perlu segera mendapat perhatian karena berkaitan langsung dengan kondisi lingkungan masyarakat.“Memang ini sangat dibutuhkan karena persoalan sampah di desa cukup mendesak.
Karena tempat sampah masih terbatas dan belum ada pemilahan, masih ada masyarakat yang membuang sampah sembarangan atau membakarnya. Dengan adanya Waste Care ini, kami berharap masyarakat punya tempat untuk memilah dan mengelola sampah dengan lebih baik,” ujar Rahmat, Sekretaris Desa Pajukukang.
Tidak hanya menghadirkan fasilitas, mahasiswa KKN-T juga menyediakan panduan penggunaan dan perawatan teknologi tepat guna (TTG). Panduan tersebut memuat cara menggunakan Waste Care dan alat press botol serta langkah perawatan agar fasilitas dapat digunakan dan dijaga setelah program KKN selesai.
Rahmat berharap fasilitas tersebut tidak hanya digunakan selama mahasiswa berada di desa, tetapi dapat terus dimanfaatkan dan dirawat bersama oleh masyarakat.
Program Waste Care menjadi salah satu program kerja KKN-T Gelombang 116 Unhas di Desa Pajukukang yang menghadirkan fasilitas pemilahan sampah, alat press botol plastik, serta panduan penggunaan dan perawatan sebagai satu rangkaian pengelolaan sampah di tingkat desa.(Tmr-Un)
