
Media kara news. MAROS — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas) menggelar Focus Group Discussion (FGD) untuk membahas hasil Survei Desa Tangguh Iklim (SIDIK) di Desa Pajukukang, Kecamatan Bontoa, Kabupaten Maros, Selasa (11/08).
Kegiatan ini menjadi bagian dari proses validasi data yang sebelumnya dihimpun dari 100 responden di empat dusun Desa Pajukukang.Hasil survei yang telah diolah dipaparkan dalam forum dan dibahas bersama perwakilan masyarakat.
Pembahasan dilakukan untuk melihat kesesuaian data dengan kondisi yang terjadi di lapangan, sekaligus memperoleh gambaran yang lebih lengkap mengenai persoalan yang dihadapi masyarakat di masing-masing wilayah.
Dari hasil survei, persoalan air bersih menjadi salah satu temuan yang paling menonjol. Sebagian besar responden menyampaikan kesulitan memperoleh air bersih saat musim kemarau.
Kekeringan juga menjadi salah satu persoalan yang banyak disebut masyarakat, disusul masalah pengelolaan sampah di lingkungan tempat tinggal.Kondisi tersebut kemudian menjadi bahan pembahasan dalam FGD.
Peserta memberikan tanggapan berdasarkan kondisi yang mereka temui di lingkungan masing-masing, termasuk mengenai ketersediaan air, kondisi lingkungan, pengelolaan sampah, serta perubahan cuaca yang dirasakan dalam kehidupan sehari-hari.
Hasil survei juga menunjukkan bahwa perubahan iklim mulai dirasakan masyarakat dan turut memengaruhi aktivitas serta mata pencaharian.
Temuan tersebut dikonfirmasi kembali melalui diskusi untuk mengetahui kondisi yang terjadi di lapangan sekaligus melihat persoalan yang perlu mendapat perhatian lebih lanjut.
Ketua BPD Desa Pajukukang, Akbar, mengapresiasi pelaksanaan FGD tersebut. Menurutnya, pembahasan data bersama masyarakat penting agar hasil survei dapat menggambarkan kondisi desa secara lebih tepat.“FGD seperti ini penting karena hasil survei yang sudah dikumpulkan bisa kita bahas kembali bersama.
Dengan begitu, kita bisa melihat apakah data tersebut sudah sesuai dengan kondisi masyarakat dan apa yang memang menjadi kebutuhan di desa,” ujar Akbar, Ketua BPD Desa Pajukukang.
Ia berharap hasil pembahasan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam melihat kebutuhan masyarakat dan menentukan persoalan yang perlu menjadi prioritas di Desa Pajukukang.
Melalui FGD tersebut, hasil Survei SIDIK tidak hanya menjadi data yang telah diolah, tetapi juga dikonfirmasi kembali bersama masyarakat.
Hasil validasi selanjutnya menjadi bagian dari gambaran kondisi sosial, ekonomi, lingkungan, dan kerentanan Desa Pajukukang terhadap perubahan iklim.(Tmr-Un)
