
Media kara news. SIDRAP – Obat yang seharusnya menjadi sarana penyembuhan dapat menimbulkan risiko apabila digunakan secara tidak tepat.
Rendahnya pemahaman masyarakat mengenai cara memperoleh, menggunakan, menyimpan, dan membuang obat dengan benar masih menjadi tantangan dalam mewujudkan penggunaan obat yang aman dan rasional.
Kebiasaan seperti menghentikan obat sebelum waktunya, menggunakan obat tanpa petunjuk tenaga kesehatan, hingga menyimpan dan membuang obat secara tidak benar dapat menurunkan efektivitas terapi serta meningkatkan risiko gangguan kesehatan.
Sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi tersebut, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Profesi Kesehatan (KKN-PK) Angkatan 69 Universitas Hasanuddin menyelenggarakan edukasi penggunaan obat bagi masyarakat di Kelurahan Lajonga, Kecamatan Panca Lautang, Kabupaten Sidenreng Rappang.
Kegiatan yang berlangsung pada 30 Juli 2026 itu digagas oleh Rachelya Indira Nandini, mahasiswa Fakultas Farmasi Universitas Hasanuddin, melalui program kerja individu bertajuk Amlocare: Ayo Mengenal dan Mengelola Obat dengan Bijak dan Tepat.
Program kerja AMLOCARE (Ayo Mengenal dan Mengelola Obat dengan Bijak dan Tepat) bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai cara memperoleh, mengenali, menggunakan, menyimpan, dan membuang obat dengan benar serta penggunaan obat hipertensi sebagai upaya mewujudkan penggunaan obat yang aman dan rasional di lingkungan masyarakat.
Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari pemerintah Kelurahan Lajonga sehingga pelaksanaannya berlangsung dengan lancar dan memperoleh sambutan yang baik dari masyarakat.
Kegiatan edukasi dilaksanakan di Kantor Kelurahan Lajonga, Kecamatan Panca Lautang dan diikuti masyarakat Kelurahan Lajonga. Menurut (Mahasiswa Farmasi, Universitas Hasanuddin), masih banyak masyarakat yang belum memahami pentingnya menggunakan obat sesuai aturan.
Tidak sedikit yang menghentikan pengobatan ketika gejala mulai membaik, menggunakan obat tanpa petunjuk tenaga kesehatan, maupun menyimpan obat dengan cara yang kurang tepat sehingga berpotensi mengurangi efektivitas pengobatan dan meningkatkan risiko terjadinya efek yang tidak diinginkan.
“Obat hipertensi tidak hanya harus diminum saat sakit, tetapi juga harus digunakan dengan cara yang benar. Melalui AMLOCARE, kami ingin masyarakat memahami bahwa penggunaan obat yang bijak adalah langkah sederhana yang dapat mencegah berbagai risiko kesehatan,
”Antusiasme peserta terlihat selama kegiatan berlangsung. Melalui program AMLOCARE, mahasiswa KKN-Profesi Kesehatan Universitas Hasanuddin berharap masyarakat semakin memahami pentingnya penggunaan obat yang tepat, aman, serta mampu menerapkan prinsip penggunaan obat hipertensi yang benar dalam kehidupan sehari-hari.
Program ini juga menjadi wujud kontribusi mahasiswa Universitas Hasanuddin dalam mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat melalui pendekatan edukatif dan pemberdayaan Tmr-Un)
