
Medai kara news . SIDRAP – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Profesi Kesehatan (KKN-PK) Angkatan 69 Universitas Hasanuddin melaksanakan kegiatan penyuluhan dengan tema
“Penyuluhan Sanitasi Kandang dalam Upaya Pencegahan Avian Influenza pada Peternak Ayam Petelur di Kelurahan Lajonga” pada Selasa, 21 Juli 2026.
Kegiatan ini dilaksanakan secara langsung di kandang ayam petelur yang berada di belakang Kantor Kelurahan Lajonga, Kecamatan Panca Lautang, Kabupaten Sidenreng Rappang.

Kegiatan yang dilaksanakan oleh mahasiswa Program Studi Kedokteran Hewan, Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin ini ditujukan kepada peternak ayam petelur di Kelurahan Lajonga.
Penyuluhan tersebut bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran peternak mengenai pentingnya sanitasi kandang, penerapan biosekuriti, serta penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) sebagai bagian dari upaya pencegahan Avian Influenza (AI).
Avian Influenza merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus influenza A dan dapat menyerang berbagai jenis unggas.
Penyakit ini menjadi salah satu perhatian dalam bidang peternakan karena dapat menyebabkan gangguan kesehatan dan kematian pada unggas serta menimbulkan kerugian bagi peternak.
Selain itu, beberapa jenis virus Avian Influenza juga memiliki potensi menular kepada manusia sehingga penerapan biosekuriti dan perlindungan diri menjadi hal yang penting dalam aktivitas pemeliharaan unggas.
Dalam kegiatan penyuluhan, peternak diberikan edukasi mengenai Avian Influenza, pentingnya menjaga kebersihan kandang, penerapan sanitasi secara rutin, pengelolaan limbah, desinfeksi peralatan, serta pembatasan lalu lintas manusia, hewan, dan peralatan yang keluar-masuk area peternakan.
Materi juga menekankan pentingnya penggunaan APD, seperti masker, sarung tangan, dan sepatu bot, terutama saat melakukan aktivitas pemeliharaan maupun pembersihan kandang.
Penanggung Jawab kegiatan, Mahasiswa menyampaikan bahwa sanitasi kandang merupakan salah satu langkah penting dalam mendukung penerapan biosekuriti di peternakan ayam petelur.
“Menjaga sanitasi kandang bukan hanya bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang bersih, tetapi juga menjadi salah satu langkah penting untuk mengurangi risiko masuk dan menyebarnya penyakit.
Kebersihan kandang, penggunaan desinfektan, serta penerapan biosekuriti yang baik perlu dilakukan secara konsisten untuk mendukung kesehatan ayam dan menjaga keberlangsungan usaha peternakan,” jelasnya.
Penyampaian materi dilakukan secara langsung kepada peternak dengan menggunakan leaflet edukasi sebagai salah satu media penyuluhan.
Leaflet dibagikan kepada penerima materi sebagai bahan informasi yang dapat dipelajari kembali setelah kegiatan berlangsung. Materi dalam leaflet memuat informasi mengenai Avian Influenza, pentingnya sanitasi kandang, penerapan biosekuriti, serta langkah-langkah pencegahan penyakit di lingkungan peternakan.
Selain pembagian leaflet, kegiatan juga disertai dengan pemberian masker dan desinfektan sebagai bentuk dukungan terhadap penerapan upaya pencegahan penyakit di lingkungan peternakan.
Masker diharapkan dapat digunakan sebagai alat pelindung diri saat melakukan aktivitas di kandang, sedangkan desinfektan dapat dimanfaatkan untuk mendukung penerapan sanitasi dan biosekuriti di lingkungan peternakan.
Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi dan komunikasi langsung mengenai kondisi peternakan serta praktik pemeliharaan ayam yang dilakukan sehari-hari. Melalui interaksi tersebut, peternak dapat menyampaikan kondisi yang dihadapi dalam pemeliharaan ayam petelur dan memperoleh informasi yang berkaitan dengan pentingnya sanitasi serta biosekuriti.
Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, evaluasi dilakukan satu minggu setelah pelaksanaan penyuluhan melalui observasi langsung terhadap kondisi kandang dan wawancara singkat dengan pengurus kandang. Evaluasi dilakukan untuk memperoleh gambaran mengenai penerapan sanitasi kandang, penggunaan Alat Pelindung Diri (APD), serta pemanfaatan desinfektan yang telah diberikan.
Dalam pelaksanaan evaluasi, wawancara dilakukan dengan pengurus kandang yang pada saat itu bertugas mengelola peternakan. Pengurus kandang diberikan pertanyaan mengenai pemahaman terkait sanitasi kandang serta penerapan kebersihan dan biosekuriti di lingkungan peternakan.
Evaluasi ini dilakukan untuk mengetahui kondisi penerapan sanitasi dan biosekuriti di kandang serta melihat pemanfaatan bahan dan media edukasi yang telah diberikan dalam rangkaian kegiatan.
Leaflet edukasi yang telah dibagikan pada saat kegiatan penyuluhan juga dapat dimanfaatkan sebagai media informasi yang tersedia di lingkungan kandang.
Dengan demikian, informasi mengenai sanitasi kandang dan pencegahan Avian Influenza dapat dipelajari kembali oleh pihak yang terlibat dalam pengelolaan dan pemeliharaan ayam petelur.
Hasil observasi dan wawancara memberikan gambaran mengenai kondisi penerapan sanitasi dan biosekuriti di lingkungan kandang setelah kegiatan penyuluhan.
Evaluasi ini juga menjadi bagian dari upaya untuk melihat sejauh mana informasi mengenai sanitasi kandang dan pencegahan Avian Influenza dapat diketahui serta diterapkan dalam aktivitas pemeliharaan ayam petelur.
Melalui kegiatan ini, diharapkan peternak dan pengurus kandang semakin memahami bahwa penerapan sanitasi dan biosekuriti perlu dilakukan secara rutin dan berkelanjutan.
Kebersihan kandang, penggunaan desinfektan secara tepat, pembatasan lalu lintas di area peternakan, serta penggunaan APD saat melakukan aktivitas di kandang merupakan langkah-langkah yang dapat mendukung upaya pencegahan penyakit dan perlindungan kesehatan peternak.
Kegiatan penyuluhan ini diharapkan tidak hanya memberikan informasi kepada peternak, tetapi juga mendorong penerapan praktik sanitasi kandang yang lebih baik dalam kegiatan pemeliharaan ayam petelur sehari-hari.
Dengan meningkatnya kesadaran terhadap sanitasi dan biosekuriti, diharapkan kesehatan unggas dapat lebih terjaga, risiko penyebaran penyakit dapat diminimalkan, serta peternakan ayam petelur di Kelurahan Lajonga dapat berkembang secara sehat, aman, dan berkelanjutan.(Tmr-Un)
