
Media kara news PAREPARE – Ribuan pasang mata memadati Sirkuit Terminal Induk Lumpue, Kota Parepare, dalam gelaran Kejurda Bhayangkara Road Race Seri II yang menjadi bagian dari Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) IMI Sulawesi Selatan 2026 yang berlangsung selama dua hari, Sabtu, 4 Juli 2026 hingga Minggu, 5 Juli 2026.
Deru mesin para pembalap dan antusiasme masyarakat menjadikan ajang ini sebagai salah satu pesta otomotif terbesar di Sulawesi Selatan.
Di balik kemeriahan perlombaan tersebut, muncul sorotan mengenai pelayanan terhadap insan pers.
Seorang wartawan, Ivan Yusuf, mengaku kecewa karena mengalami hambatan saat hendak memasuki lokasi perlombaan untuk menjalankan tugas jurnalistik pada Minggu (5/7/2026).
Menurut pengakuannya, ia sempat dihentikan oleh petugas di pintu masuk dan tidak langsung diizinkan memasuki arena meskipun telah menjelaskan bahwa dirinya datang untuk melakukan peliputan.”Saya kecewa.
Saya sempat dihalangi di pintu masuk. Setelah pihak panitia dihubungi, barulah saya diperbolehkan masuk. Padahal saya sudah menunjukkan identitas pers,” ungkap Ivan Yusuf.
Ia mengatakan, proses tersebut memakan waktu sekitar 30 menit. Akibatnya, sejumlah momen penting, termasuk proses penentuan juara di beberapa kelas, tidak sempat terdokumentasikan secara maksimal.
“Saya hanya sekitar 15 menit berada di dalam arena untuk mengambil gambar. Setelah itu saya keluar, sementara beberapa rangkaian acara penting sudah berlangsung,” tambahnya.
Selain keluhan dari insan pers, sejumlah warga yang bermukim di sekitar sirkuit juga mengaku mengalami kesulitan mengakses rumah mereka selama pelaksanaan balapan pada Sabtu (4/7/2026) dan Minggu (5/7/2026).
Menurut pengakuan warga, akses menuju rumah sempat tertutup karena pengamanan lintasan sehingga mereka harus menunggu atau mencari jalur alternatif untuk dapat masuk ke tempat tinggal masing-masing.
Keluhan tersebut menjadi perhatian karena pers memiliki peran strategis dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.
Di sisi lain, masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi kegiatan juga berharap pelaksanaan event berskala besar tetap memperhatikan akses keluar-masuk warga sehingga aktivitas sehari-hari tidak terganggu.
Terlepas dari catatan tersebut, Kejurprov IMI Sulsel tetap berlangsung sukses dengan diikuti ratusan pembalap dari berbagai daerah. Ajang yang berada di bawah pembinaan Rusdi Masse Mappasessu selaku Ketua Pengprov IMI Sulawesi Selatan ini diharapkan terus menjadi wadah lahirnya atlet-atlet balap motor berprestasi sekaligus memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat Parepare.
Hingga berita ini diterbitkan, panitia penyelenggara maupun pihak petugas pintu masuk belum memberikan tanggapan resmi atas keluhan yang disampaikan wartawan Ivan Yusuf maupun keluhan warga terkait akses menuju rumah mereka.
Redaksi membuka ruang seluas-luasnya bagi pihak terkait untuk memberikan hak jawab dan klarifikasi sesuai dengan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.(Tmr-Ifan)
