
Media kara news. SIDRAP -Amparita, 3–4 Agustus 2026 Dalam rangka meningkatkan pengetahuan dan kesadaran anak usia sekolah mengenai bahaya rokok. mahasiswa Program Studi Kesehatan Masyarakat, melaksanakan program kerja individu bertajuk “BERSERI: Bebas Asap Rokok, Sehat dan Ceria Sejak Dini.
” Kegiatan ini menyasar siswa kelas 5 dan 6 di dua sekolah dasar di wilayah Baula, yakni SDN 4 Amparita pada 3 Agustus 2026 dan SDN 6 Amparita pada 4 Agustus 2026.

Program BERSERI merupakan kegiatan edukasi kesehatan yang dirancang untuk memberikan pemahaman kepada siswa mengenai bahaya dan dampak rokok bagi kesehatan serta pentingnya menghindari rokok dan asap rokok sejak usia dini.
Pemilihan siswa kelas 5 dan 6 sebagai sasaran dilakukan karena anak usia sekolah perlu mendapatkan informasi kesehatan yang tepat dan mudah dipahami sebagai bekal dalam membentuk perilaku hidup sehat.
Kegiatan dilaksanakan secara interaktif dengan menggabungkan edukasi, permainan, dan evaluasi. Materi mengenai bahaya rokok disampaikan oleh mahasiswa dengan menggunakan bahasa yang sederhana dan sesuai dengan karakteristik siswa sekolah dasar.
Materi edukasi mencakup pengenalan rokok, kandungan berbahaya dalam rokok, dampak merokok bagi kesehatan, bahaya paparan asap rokok, serta pentingnya menjauhi rokok.
Untuk menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, penyampaian materi dilengkapi dengan berbagai permainan edukatif.
Melalui permainan tersebut, siswa diajak untuk mengingat kembali materi yang telah diberikan sekaligus berpartisipasi secara aktif selama kegiatan berlangsung.
Rangkaian kegiatan kemudian diakhiri dengan evaluasi untuk mengetahui pemahaman siswa terhadap materi edukasi.Pada 3 Agustus 2026, program BERSERI dilaksanakan di SDN 4 Amparita dengan sasaran siswa kelas 5 dan 6.
Kegiatan dilanjutkan pada 4 Agustus 2026 di SDN 6 Amparita dengan sasaran yang sama. Kedua kegiatan berlangsung secara interaktif dan mendapatkan respons positif dari para siswa.
Selama pelaksanaan kegiatan di kedua sekolah, siswa terlihat antusias dan aktif mengikuti setiap rangkaian kegiatan. Siswa tidak hanya menyimak materi (Tmr-Un)
