
Media kara news. SIDRAP – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Profesi Kesehatan (KKN-PK) Angkatan 69 Program Studi Pendidikan Dokter Umum Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin melaksanakan program edukasi TEBAR (Terapkan Etika Batuk dan Bersin untuk pencegahan ISPA) di SD Negeri 1 Wette’e, Kelurahan Lajonga, pada 21–22 Juli 2026.
Program Pencegahan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) melalui edukasi etika batuk dan bersin yang berkolaborasi dengan SD Negeri 1 Wette’e bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa mengenai pentingnya menerapkan etika batuk dan bersin sebagai upaya mencegah penyebaran penyakit saluran pernapasan di lingkungan sekolah.
Kegiatan ini diikuti oleh seluruh siswa SD Negeri 1 Wette’e dengan dukungan penuh dari kepala sekolah dan para guru.
Penanggung Jawab Program Pencegahan ISPA, mahasiswa menjelaskan bahwa penerapan etika batuk dan bersin merupakan salah satu langkah sederhana namun efektif dalam memutus rantai penularan penyakit saluran pernapasan.
“Membiasakan etika batuk dan bersin sejak usia sekolah merupakan bagian dari perilaku hidup bersih dan sehat. Dengan memahami cara batuk dan bersin yang benar, anak-anak dapat melindungi diri sendiri maupun orang lain dari risiko penularan penyakit, khususnya Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA),” ujarnya.
Pelaksanaan program disesuaikan dengan karakteristik peserta didik. Edukasi diberikan melalui penyampaian materi mengenai pengertian ISPA, cara penularan, pentingnya menjaga kebersihan diri, serta praktik etika batuk dan bersin yang benar, seperti menutup mulut dan hidung menggunakan siku bagian dalam atau tisu saat batuk maupun bersin, membuang tisu ke tempat sampah, serta mencuci tangan setelahnya. Untuk meningkatkan pemahaman siswa, kegiatan juga disertai dengan demonstrasi dan praktik langsung.
Selama kegiatan berlangsung, para siswa menunjukkan antusiasme yang tinggi. Mereka aktif mengikuti penyampaian materi, menjawab pertanyaan, serta mempraktikkan etika batuk dan bersin sesuai arahan yang diberikan.
Dukungan dari pihak sekolah turut berperan dalam kelancaran kegiatan dengan menyediakan waktu dan fasilitas sehingga seluruh rangkaian program dapat terlaksana dengan baik.
Melalui program ini, Penanggung Jawab Program berharap para siswa mampu menerapkan etika batuk dan bersin dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah maupun di rumah.
Pembiasaan perilaku tersebut diharapkan dapat menjadi langkah preventif dalam mengurangi risiko penyebaran ISPA serta mendukung terciptanya lingkungan belajar yang sehat, bersih, dan nyaman bagi seluruh warga sekolah.(Tmr-Un)
